Sejarah Desa

SEKILAS PROFIL DESA BAGENG

 

KONDISI GEOGRAFIS

Gambaran umum

Semula berupa daerah pendukuhan bagian dari Desa Plukaran. Sebagai Kepala Dukuhnya (Kamitua) adalah Ki Suro Genthi. Setelah warga pendukuhan semakin banyak, maka pendukuhan ini dijadikan Desa tersendiri dengan nama Desa Bageng, berasal dari kata Mbah Ageng yang waktu itu merupakan panggilan dari Ki Suro Genthi.

Sebagai salah satu desa dari 11 desa di wilayah Kecamatan Gembong, secara geografis Desa Bageng terletak pada dataran tinggi di kaki dan lereng muria berkisar 40 s/d 220 mDPL.

Batas wilayah

Desa Bageng termasuk kategori desa swasembada dengan batas wilayah :

  • Sebelah utara :  Ds Klakahkasihan
  • Sebelah timur :  Ds Pohgading
  • Sebelah Selatan :  Ds Gembong
  • Sebelah barat :  Desa Plukaran

Luas Wilayah

Desa Bageng mempunyai luas wilayah 645,04 Ha terdiri dari sawah 20,7 ha, bukan sawah 509,9 ha dan pemukiman 114,4 Ha.

 

PEMERINTAHAN

Lembaga Pemerintahan

Pemerintahan Desa terdiri dari pemerintah desa yakni Kepala Desa, Sekretaris Desa dan 10  orang Perangkat Desa beserta BPD yang terdiri dari 11 orang anggota yang merupakan representasi dari keterwakilan warga masyarakat Desa Bageng.

Pengelolaan dokumen desa berjalan dengan baik sehingga setiap produk keluaran desa seperti peraturan desa, keputusan kepala desa data profildesa maupun data kependudukan lain selalu tercatat dalam buku administrasi desa.

LPMD

LPMD dibentuk berdasarkan peraturan desa yang beranggotakan 14 orang pengurus  serta bertugas sebagai mitra pemerintah desa dalam merencanakan pembangunan di desa.

PKK

Ruang wanita untuk berperan serta secara aktif dalam pembangunan diwadahi di dalam program PKK yang beranggotakan 20 orang tim Penggerak PKK dan 250 orang kader umum melaui pertemuan – pertemuan rutin yang difasilitasi oleh pemerintah desa.

Disamping tim penggerak PKK tingkat desa, pada masing masing RW dan RT juga terdapat pengurus yang eksis mendukung kegiatan tingkat desa dengan dibantu 70 orang pengurus Dasa Wisma.

Dukuh, RT, RW dan Karang Taruna

Desa bageng terdiri dari 8 dukuh 11 RW dan 26 RT sebagai mitra pemerintah desa guna pelayanan kepada segenap warga masyarakat.

Sementara peran pemuda disentralkan didalam satu organisasi yaitu Karang Taruna yang pembentukannya dipayungi dengan peraturan desa dan beranggotakan 15 orang pengurus.

Lembaga Keamanan

Keberadaan Hansip dan Linmas cukup diperhatikan oleh pemerintah Desa Bageng. Terdapat 30 anggota Hansip dan 15 anggota Satgas Linmas yang selalu mendapat pembinaan dari TNI ( Babinsa ) dan POLRI ( Babinkamtibmas ).

 

KEPENDUDUKAN

Jumlah penduduk Desa Bageng pada akhir 2013 sejumlah 4277 jiwa dengan rincian laki-laki 2107 jiwa sedangkan penduduk perempuan 2170  jiwa dengan KK sebanyak 1315. Kepadatan penduduk mencapai 550 Jiwa/Km2 dengan jumlah penduduk produktif ( usia 15-64 ) sejumlah 2421 jiwa.

Komposisi penduduk berdasarkan mata pencaharian adalah petani,  industry kecil, buruh, pedagang, angkutan, PNS, TNI secara rutin dari TNI/POLRI, pensiunan, dan lainnya. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, mencapai 1.028 jiwa, yang mempunyai lahan pertanian.

 

PENDIDIKAN

Di bidang pendidikan Desa Bageng tergolong maju dalam hal pendidikan. Terdapat 2 pendidikan pra sekolah ( Play Group ) dengan 42 siswa, 1 Taman kanak kanak dengan 28 siswa dan 1 RA dengan 26 orang siswa.

Untuk sekolah yang setingkat dasar, terdiri dari 2 sekolah dasar (SD) dengan 203 siwa dan 1 Madrasah ibtidaiyyah (MI) dengan 125 siwa. Sedang untuk jenjang pendidikan tingkat pertama terdapat 1 Madrasah Tsanawiyah 180 siwa. Untuk tingkat atas terdapat 1 Madrasah aliyah dengan 154 siswa dan dilengkapi 1 pondok pesantren dengan 28 orang santri.

KESEHATAN

Pembinaan kesehatan terfokus pada potensi gizi buruk dan penurunan angka kematian bayi. Ini ditempuh dengan peningkatan peran dan fungsi Posyandu. Terdapat 4 unit Posyandu dan 1 polindes yang telah secara kontinyu melakukan kegiatan penimbangan balita, pemberian makanan tambahan dan pemberian vitamin oleh kader posyandu dibawah bimbingan tim penggerak PKK desa. Disamping itu juga terdapat 1 bidan dan 2 dukun bersalin terlatih yang ikut serta memberikan bimbingan dan arahan untuk para ibu hamil maupun ibu menyusui.

Imunisasi balita tidak luput dari perhatian para kader posyandu desa. Selama 2012 pemberian imunisasi BCG kepada 43 balita, DPT-HB dan DPT-HB3  kepada 42 balita, Campak dan Polio kepada 43 balita.

 

SOSIAL

Terdapat 6 Masjid dan 23 musolla dengan organisasi keagamaan terdiri dari ketua takmir masjid maupun musholla serta jama’ah-jama’ah pengajian yang kegiatannya difasilitasi pemerintah desa.

Selain itu terdapat 36 kejadian nikah, 7 cerai talak dan 5 cerai gugat.

Untuk Pasangan usia subur dijelaskan bahwa ada 803 PUS dan 600 peserta kb aktif sedangkan PUS bukan peserta kb sebanyak 230.

Pentahapan keluarga prasejahtera untuk Desa Bageng terdapat 274 keluarga, keluarga sejahtera I sebanayk 244 keluarga dan KS I, II dan II sebanyak 804 keluarga.

Sosialisasi tentang pentingnya rumah dan jamban sehat juga terus digalakkan mengingat baru 68,4 % rumah kategori sehat dan 59,1 % jamban sehat.

 

PEREKONOMIAN DAN POTENSI DESA

Pertanian kurang menjadi perhatian para petani di desa Bageng ini mengingat kendala tidak adanya pengairan teknis. Hanya sekitar 7 Ha saja sawah yang ditanami padi dan 51 Ha Jagung, kopi 30 Ha. Tanaman ketela menjadi favorit warga masyarakat sehingga luas tanam mencapai 274 Ha.

Selain pertanian, sektor peternakan juga menjadi potensi besar Desa Bageng. Tercatat 350 rumah tangga pemelihara dengan 702 ekor sapi. Terdapat pula 1187 ternak kambing, 1150 ayam bukan ras, 1194 ayam ras serta 1187 itik dan angsa.

Perkebunan menjadi salah satu mata pencahariaan mereka, selain merantau bagi yang muda. dengan  dengan komoditas utama tanaman buah (rambutan, durian, jeruk) dan tanaman keras. Ditunjang dengan keadaan tanah yang subur menjadikan desa ini salah satu pemasok buah di kabupaten pati.

Jeruk Pamelo (Citrus Maxima) Bageng yang sering disebut sebagai Jeruk Bali Madu, atau yang lebih dikenal Jeruk Pamelo, kini menjadi buah andalan. Meski belum mampu untuk ekspor, tetapi buah jeruk tanpa biji ini mulai merambah swalayan-swalayan di beberapa kota besar di Jawa.

Jeruk Pamelo Bageng ini telah dipatenkan di Pusat Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Kementerian Pertanian Repuplik Indonesia dengan Sertifikat Nomor : 01/PVL/2008 didaftarkan oleh Bupati Pati saat itu Bpk. Tasiman, SH. Sehingga Jeruk Pamelo Bageng telah secara resmi diakui oleh Pemerintah. Jeruk Pamelo Bageng dalam perkembangannya terdapat 2 nama yaitu Jeruk Pamelo Madu Bageng dan Jeruk Pamelo Bageng Taji (tanpa biji) dimana yang membedakan adalah Jeruk Pamelo Bageng Madu sebagai varietas indukan yang kemudian hasil dari perbanyakaannya dinamakan Jeruk Pamelo Bageng Taji.

Disektor usaha produktif Desa Bageng terdapat sejumlah kelompok usaha produktif yang dimotorioleh kelompok Perempuan, Bapak- bapak dan Pemuda.Usaha produktif lain yang mendukung perekonomian adalah kegiatan arisan disetiap tingkat pertemuan dan kelompok baik ibu ibu, pemudamaupun perkumpulan bapak bapak, misalnya di pertemuan pengajian, RT, RW dan kelompok PKK serta Dasa Wisma maupun karang taruna.

Potensi lingkungan yang kurang tergarap secara efektif adalah pengelolaan lingkungan rumah tangga. Rata-rata rumah tangga memiliki halaman yang luas, namun bila dicermati lahan tersebut kurang dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan ekonomi secara produktif. Jenis-jenis tanaman yang umum dilingkungan halaman rumah tangga adalah tanaman buah-buahan, dimana seperti disampaikan oleh warga, produksi buah pada saat-saat tertentu sangat melimpah dan belum diolah untuk meningkatkan nilai tambah ekonominya.

 

 

 

 

 

Facebook Comments